News Ticker

Menu
Diberdayakan oleh Blogger.

Browsing "Older Posts"

Serangan Terhadap Muslim Di Papua Adalah Terorisme ?

Sabtu, 18 Juli 2015 / No Comments

Sindopos.com - Pacitan Umat Muslim Kecam Tindakan Terorisme Kepada Umat Muslim Di Papua.

Amuk Massa Pada Kegiatan Ibadah Di Papua
Tolikara: Kekacauan terjadi pada pelaksanaan salat Idul Fitri 1436 Hijriah di Kabupaten Tolikara, Papua. Warga setempat jadi ketakutan. Peristiwa itu terjadi sekira pukul 07.00 WIT, Jumat 17 Juli. Umat Islam tengah melaksanakan salat Id di halaman Koramil 1702 / JWY. Beberapa orang tibs-tiba datang berteriak.

Presiden Gereja Injil di Indonesia (GIDI) mengakui adanya surat edaran berisi larangan adanya kegiatan Lebaran bagi umat Islam. Namun dia menegaskan, isi surat tersebut keliru dan sudah diklarifikasi sebelum peristiwa pembakaran musala terjadi. 
Dikutip dari merdeka.com "Sudah saya klarifikasi bahwa isi surat itu tidak benar dan salah. Karena tidak ada yang boleh melarang umat Islam beribadah di hari raya," kata Presiden GIDI Dorman Wandikbo" (17/07). "Jika saja Polres Tolikara melakukan upaya pemberitahuan kepada umat muslim mengenai Perda yang berlaku di Tolikara. Kejadian tersebut tak akan sampai sejauh ini," ujarnya menegaskan.
Ditempat Lain Agus Hariyanto Mantan Ketua HMI Cabang Pacitan menyatakan bahwa serangan tersebut adalah sebuah tindakan terorism terhadap umat beragama. Apalagi dijelaskan bahwa di Tolikara ada perda yang melarang suatu umat untuk melakukan ritual keagamaan. Hal ini Oleh Agus Hariyanto juga disebut sebagai pelanggaran Hak Azazi Manusia, akan tetapi dunia seakan diam media seolah bungkam. Jika saja kejadian itu dilakukan oleh Umat Muslim seperti sudah ada yang mengatur beramai - ramai media Barat menyatakan itu adalah teroris, itu adalah pelanggaran HAM. Lalu di mana mereka sekarang ketika umat muslim dilanggar hak nya sampai timbul korban Jiwa Tandasnya.

Memang patut disayangkan memang kejadian ini terjadi dinegara yang mayoritas Muslim yang sangat toleran terhadap kaum minoritas tetapi giliran disuatu tempat menjadi minoritas kemudian begitu hina perlakuan mereka. Apalagi muncul surat Edaran secara resmi dari pihak Gereja Injil di Indonesia (GIDI) (Harry)

Surat Edaran Gereja Injil di Indonesia (GIDI) Yang beredar di Media Sosial

Keajaiban ini sudah terungkap Pada Jaman Nabi Muhammad SAW, Sebelum adanya ilmu pengetahuan

Selasa, 30 Juni 2015 / No Comments

Sindopos.com - Keajaiban ini sudah terungkap Pada Jaman Nabi Muhammad SAW, Sebelum adanya ilmu pengetahuan


كُلُّ ابْنِ آدَمَ يَأْكُلُهُ التُّرَابُ إِلاَّ عَجْبَ الذَّنَبِ مِنْهُ خُلِقَ وَفِيهِ يُرَكَّبُ
“Setiap (bagian tubuh) anak Adam pasti akan dimakan tanah, kecuali tulang ekor. Darinya ia telah diciptakan dan darinya ia akan disusun kembali” (HR. Muslim)

Dalam hadits shahih yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah bersabda tentang tulang ekor. Hadits ini disampaikan Rasulullah berabad-abad yang lalu. Sebelum ilmu pengetahuan mampu menjangkau dan menegaskan apakah hal tersebut bisa dibuktikan secara ilmiah.Hingga kemudian, serangkaian penelitian di abad moder membuktikan bahwa sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tersebut 100 persen benar.


Berikut keajaiban tersebut
1.Tulang ekor pusat sel dan jaringan

Han Spemann, seorang ilmuwan Jerman berhasil mendapatkan hadiah nobel bidang kedokteran pada tahun 1935. Dalam salah satu penelitiannya, ia menemukan bahwa asal mula kehidupan adalah tulang ekor. Dalam penelitian tersebut ia memotong tulang ekor dari sejumlah hewan melata dan mengimplantasikannya ke dalam embrio organizer.

Pada waktu sperma membuahi ovum (sel telur), pembentukan janin pun dimulai. Ketika ovum telah terbuahi menjadi zigot, ia terbelah menjadi dua sel dan terus berkembang biak sehingga terbentuk lempengan embrio yang memiliki dua lapisan. Salah satu lapisan disebut Internal Hypoblast yang memiliki beberapa unsur dan jaringan. Salah satunya

Han juga mencoba cara lain. Tulang ekor direbus dan kemudian dihancurkan dengan ditumbuk menjadi serpihan halus. Lalu ia mencoba mengimplantasikan pada janin hewan yang masih dalam tahap permulaan embrio. Hasilnya, tulang ekor itu tetap tumbuh dan membentuk janin sekunder pada guest body.

Masya Allah… benarlah sabda Rasulullah. Padahal beliau mensabdakannya 14 abad yang lalu. Sebelum sains bisa bicara banyak tentang tulang ekor

2. Tulang ekor tak dimakan tanah

Menurut Wikipedia, tulang ekor adalah bagian paling ujung dari kolom tulang belakang pada primata tak berekor. Terdiri dari tiga sampai lima vertebra (vertebra koksigeal) terpisah atau menyatu di bawah sakrum. Ia tersambung dengan sakrum oleh sendi fibrocartilaginous, simfisis sakroksigeal, yang memungkinkan gerakan terbatas antara sakrum dan koksiks.

Dr. Othman al Djilani, seorang profesor bidang histology dan pathologi Sana’a University, melakukan penelitian bersama Syaikh Abdul Majid dalam rangka menguji tulang ekor. Pada Ramadhan 1423 H, mereka membakar tulang ekor dengan suhu tinggi selama 10 menit hingga warnanya berubah menjadi hitam pekat. Kemudian mereka membawa tulang tersebut ke al Olaki Laboratory, di Sana’a, Yaman untuk dianalisis. Hasil laboratorium menunjukkan sel-sel pada jaringan tulang ekor tidak terpengaruh. Masya Allah.

Penelitian itu juga menjelaskan mengapa ketika dilakukan penggalian makam lama yang telah berusia berpuluh-puluh bahkan beratus tahun, ditemukan tulang ekor yang tidak hancur. Benar-benar sesuai dengan sabda Rasulullah.

Jadwal Pameran Batu Akik Nusantara TErbaru Bulan Mei - Juni; Malang Gemstone Festival

Jumat, 15 Mei 2015 / No Comments
Sindopos.com, Malang, Pameran Batu Akik Nusantara di Musium Brawijaya Malang Dengan Tema Malang Gemstone Festival  For Indonesian Treasure
Malang Gemstone Festival  For Indonesian Treasure

Malang Gemstone Festival  " For Indonesian Treasure" 28 mei s/d 31 mei 2015 at musium Brawijaya-Malang meliputi:

Pameran, Kesenian daerah, Akustik, Kuliner

biaya stand batu      Rp 2.500.000
stand Kuliner           Rp 2.000.000

fasilitas yang didapat : (partisi ukuran 2x2, 1 meja+ 2 kursi,listrik, colokan, lampu, dan etalase)
Biaya kontes :               Rp 200.000

contest category :
Chalcedony (open clas), agate ( gambar ), Indocrase ( polos dan corak )

ayoo segera daftarakan stad atau galery kesayangan anda untuk bergabung di pameran batu Akik / mulia di kota Malang.
buruaan.... stand terbatas hanya tersedia 82 stand batu dan 15 stand kuliner.

more info :
Dita      0857 2201 9611 -- pinbb : 2387cb4a
Sona    0813 2039 8040 -- pinbb : 2aced29b
Novice 0878 2048 7337 -- pinbb : 553200c1

Sepenggal Kisah, Perajin Batu Akik Di Pacitan

Kamis, 19 Maret 2015 / No Comments

Sindopos.com - Pacitan, Berharap ada sinergitas para pelaku batu. Sehingga ada standar harga yang lebih terjangkau

Somad, perajin akik saat memahat bebatuan menjadi akik
Somad, perajin akik saat memahat bebatuan menjadi akik
Bergelut didunia bebatuan, memang pekerjaan yang tak lazim dilakukan bagi sebagian besar masyarakat. Terlebih, mereka yang berangkat dari klaster ekonomi menengah-atas, pasti tidak akan pernah melirik profesi tersebut. Akan tetapi, berbeda yang dialami Rahmad Aris Subagyo, warga Kelurahan Ploso, Kecamatan/Kabupaten Pacitan ini. Sudah berpuluh tahun, ia menekuni dunia profesi yang tak banyak dilakoni orang. Hampir saban waktu, pria dua anak tersebut berinteraksi dengan bebatuan alam yang "disulap" menjadi batu akik bernilai ekonomis cukup tinggi. Bukan hanya itu, berkat tangan dingin sang Somad, begitu Rahmad Aris Subagyo, karib disapa, bebatuan alam yang semula tidak berbentuk, bisa menjadi perhiasan sangat indah dan artistik untuk dikenakan dijemari tangan. 

Lantas bagaimana ceritanya, berikut laporannya.
Saat itu jarum jam menunjukkan pukul 08.30 Wib. Seperti biasa, sebelum menjalankan aktivitasnya memahat bebatuan alam, Somad, biasa kongko-kongko diteras rumahnya. Sambil mencicipi secangkir kopi pahit, bikinan istri tercintanya, Somad selalu berelaksasi sejenak seraya mencari inovasi akan bebatuan yang bakal di sulapnya menjadi beragam perhiasan nan artistik. Tak lupa, sebungkus cigaret filter, menjadi teman setianya dalam menerawang kreasi-kreasi kontemporer yang akan diimplementasikan pada karyanya. Melihat kedatangan wartawan, pria yang khas dengan blangkon ala punggawa Keraton Ngayogjakarta itu, lantas menyambut dengan salam. "Wallaikum salam, monggo mas (wartawan), silakan duduk," sapa Somad menjawab salam wartawan Memo, Kamis (19/3).
Sejurus kemudian, Somad yang saat kemarin tengah kedatangan banyak tamu, berusaha meluangkan waktu untuk berbincang-bincang hangat seputar dunia perakik'an di Pacitan. Menurutnya, selama hampir setahun ini, euforia masyarakat terhadap bebatuan mulia, memang sangat tinggi. Terlebih bebatuan dengan jenis dan warna tertentu. Seperti merah serta kuning, yang diakuinya memang tengah top trending. Hampir semua strata masyarakat, bisa dibilang lagi "tergila-gila" dengan warna merah yang terpancar secara natural dari bebatuan akik. Meski belakangan, warna hijau, juga mulai menjadi trend baru yang juga tengah "dikejar" para pencinta batu akik. "Hal inilah yang kadang membuat semua sub sistem yang terlibat dalam dunia bebatuan akik, lupa waktu lantaran tergila-gila mencari jenis bebatuan tersebut,"  ujarnya, seraya terkekeh.

Sifat lupa tersebut, lanjut dia, bukan hanya menyasar pada pecinta batu. Namun para petani pencari, perajin serta penjual, disinyalir juga ikutan "lupa" seiring membomingnya bebatuan akik. Somad menjelaskan, kata lupa tersebut lebih dimaknai pada sisi transaksional jual-beli batu. Lantaran banyak pihak yang memburu akik dengan kualitas tinggi, khususnya jenis dan warna tertentu, membuat semua sub sistem semaunya sendiri. Petani pencari batu misalnya, karena mengerti bebatuan miliknya tengah diincar orang, mereka menjual dengan harga sangat tinggi. Tentu saja, perajin juga sedikit kewalahan dengan persoalan itu. "Kalau bahan bakunya sudah mahal, tentu harga jual batu setelah menjadi akik, juga akan meroket. Hal inilah yang menjadikan imej kalau harga akik saat ini sulit terjangkau. Terutama masyarakat klaster bawah, merasa tidak akan mampu membeli akik," bebernya.

Berangkat dari persoalan diatas, perajin jebolan home industri Ubibam itu berharap ada sinergitas para stake holder pelaku bebatuan akik. Mulai petani, perajin, penjual dan kolektor. Sehingga kedepan, selain sisi kualitas, sisi kuantitas juga akan ikut memperbanyak penyebaran bebatuan akik ke segala penjuru negeri dengan harga relatif terjangkau. Meski, kata Somad, standar kualitas batu, juga tidak bisa dikesampingkan. ‎Diakuinya, tidak ada salahnya, ketika pemilik batu akik yang memang berkualitas mematok harga "edan-edanan", hingga miliaran rupiah. Namun demikian, itu sangat kasuistis. Tidak semua batu akik, harus dibanderol dengan harga sangat mencengangkan. "Sah-sah saja, seandainya ada penjual batu yang mematok harga hingga miliaran rupiah. Namun hal tersebut tidak bisa digeneralisasi. Ada juga batu akik yang cukup dibayar dengan rupiah tidak seberapa, namun kualitasnya juga sangat kompetitif," tuturnya pada wartawan, kemarin.

Somad berharap, dengan standar harga yang relatif terjangkau, segmen penjualan batu akik asli Pacitan akan lebih menyasar ke semua strata masyarakat. Tidak hanya calon user lokal, namun semua masyarakat di Indonesia akan bisa mencicipi demam batu akik selama ini. Sebagai estimasi, kata dia, standar harga batu akik Pacitan, mungkin bisa dipatok pada kisaran Rp. 50 ribu hingga Rp. 150 ribu. Dia optimistis, dengan patokan harga seperti itu, secara kuantitas bebatuan akik asli dari kampung halaman mantan Presiden RI ke-enam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu akan laris-manis terjual ke semua pelosok. "Kita juga harus sadar, bahwa potensi deposit bebatuan berkualitas sangat terbatas. Kalaupun ada, proses penambangannya juga tidak gampang. Sebab lokasinya cukup terjal diatas bebukitan serta lembah-lembah curam," ceritanya.

Lebih lanjut, Somad menuturkan, sama halnya seperti yang terjadi di pulau tetangga, Bengkulu dengan khas bebatuan merah ravlesianya. Euforia batu akik yang terjadi disana, diakui sudah sangat terstruktur. Sinergitas para pelaku batu sudah tertata sedemikian rupa. Apalagi ditunjang potensi deposit bebatuan sangat melimpah serta gampang dieksploiter. ‎Menurutnya, bebatuan warna merah asli Bengkulu, dijual dengan standar cukup terjangkau. Masyarakat penggemar batu disana, cukup merogoh kocek tak lebih dari Rp.300 ribu, sudah bisa mengenakan cincin akik berkualitas. "Ini sebagai bukti, sudah tertatanya semua sistem bebatuan disana. Mulai petani pencari batu, perajin, dan penjual akik, sama-sama kompak. Sehingga produk mereka cepat terjual dengan harga relative terjangkau," beber pemilik home industri Lara Selo itu.

Lantas bagaimana dengan Kabupaten Pacitan yang juga memiliki potensi bebatuan akik cukup melimpah? Menurut Somad, langkah pertama yang perlu segera dilakukan, bagaimana pemkab bisa memfasilitasi semua pelaku batu untuk bervisualisasi. Sehingga dengan intensnya komunikasi, akan bisa disepakati bagaimana merumuskan strategi dagang dengan kuantitas yang terus bertambah dan kualitas tetap terjaga, namun harga semakin terjangkau. "Yang tak kalah pentingnya juga, kita sangat perlu lokalisasi bagi semua pelaku batu agar lebih mudah berinteraksi. Sehingga tidak ada ego sentris masing-masing pelaku batu yang berimbas rusaknya segmen pasar yang sudah mulai tertata," pungkasnya. (***).

Tren Batu Akik, Jenis - Jenis Batu Akik Yang Paling Diminati

Minggu, 15 Maret 2015 / No Comments

Sindopos.com - Akik Pacitan, Edukasi Batu Akik Yang Paling diminati 


Batu akik punya banyak jenis, macam, variasi dan ke khasan batu akik sendiri - sendiri. Setiap daerah akan memiliki jenis batu akik yang berbeda dengan daerah lainnya. Tapi dari sekian banyak batu akik yang ada di Indonesia, inilah batu akik yang menjadi idola atau paling disukai oleh masyarakat. Siapa tahu bisa jadi rekomendasi buat kamu yang tertarik dengan tren batu akik ini dan ingin membelinya. hehe.

1. Kalsedon/Chalcedhony 

Di antara jenis batu akik, Kalsedon Pacitan(Keladen) lah yang paling familiarKalsedon memiliki beberapa warna, yakni biru, jingga, merah, kuning, dan hijau. Keunikan batu Kalsedon adalah warnanya yang seperti diselimuti kabut sehingga terlihat memiliki cahaya kusam. Batu Kalsedon merupakan batu akik yang berasal dari Pacitan Jawa TImur, Jawa Barat dan Sulawesi Tenggara.

2. Bacan 


Di antara jenis batu akik, Bacan lah yang paling familiar setelah kalsedon. Dengan warna hijau terang, batu Bacan menjadi idola bagi para pecinta batu akik. Batu Bacan sendiri merupakan batu akik asal Pulau Kasiruta, Halmahera Selatan dan sudah terkenal sejak abad pertengahan, saat Indonesia masih menjadi pusat rempah-rempah dunia loh. Batu Bacan juga dikenal sebagai batu hidup karena kemampuannya berproses menjadi lebih indah secara alami. Wuih keren banget ya.

3. Idokras 

Kebanyakan batu Idokras berwarna hijau lumut atau cokelat kekuning-kuningan. Karena sulit didapat dan menjadi ‘buruan’ para kolektor batu alam, harga Idokras pun cukup mahal, bahkan ada yang dibanderol dengan harga hingga ratusan juta! Batu Idokras ini dapat ditemukan di Sumatera Barat dan Nanggroe Aceh Darussalam.


4. Akik Gambar/Motif


Keistimewaan dari batu akik ini adalah gambar yang terukir secara alami di permukaan batunya. Semakin unik gambar yang terukir maka akan semakin tinggi juga harga dari batu Akik Gambar ini. Batu gambar ini sangat bervariasi, banyak sekali jenis batu gambar, salah satunya adalah batu gambar junjung Derajad. Untuk gambar disamping merupakan Sepasang Junjung Derajad Biyak Tengah dan Sodo Lanang.

5. Kalimaya

Kalimaya atau batu opal merupakan salah satu batu akik yang disukai masyarakat dan tergolong mahal. Keistiewaan dari batu Kalimaya adalah kemampuannya memancarkan cahaya warna-warni. Batu Kalimaya juga memiliki banyak warna, namun warna yang paling langka adalah warna merah dan hitam. Karena keindahannya, batu Opal sering dipakai oleh kaum bangsawan dan para raja loh, Toppers. Namun jika kamu memakai batu akik jenis itu kamu harus hati-hati karena batu Kalimaya mudah retak.

6. Fire Opal

Batu permata fire opal kualitas terbaik memang banyak ditemukan di wilayah Kabupaten Wonogiri. Para perajin batu mulia di kabupaten tersebut mendatangkan bahan bakunya dari Kecamatan Batuwarno dan Tirtomoyo. Keindahan Brajad Api Fire ophal memang sedang naik daun saat ini,




Gimana sedikit review batu akik ini, semoga dapat memberikan informasi yang bermanfaat. Jika anda tertarik untuk memiliki Batu Akik - Batu Akik namun tidak memiliki waktu untuk berkunjung ke daerah sumber asal batu, tidak usah khawatir karena sekarang banyak sekali toko online - toko online yang menjual batu akik. Tetapi harap berhati -  hati untuk membeli batu akik secara online. Carilah Toko Online yang sudah terpercaya 


Hati - Hati Sebelum Membeli Batu Akik, Banyak Penjual dan Pembeli Yang Tertipu

Sabtu, 14 Maret 2015 / No Comments

Sindopos.com - Pentingnya Edukasi Batu Akik Agar Tetap Lestari dan Barokah.

Pentingnya Edukasi Batu Akik Untuk Masyarakat
Pentingnya Edukasi Batu Akik Untuk Masyarakat
Seiring dengan ngetrend batu akik, dipasaran banyak beredar batu akik dengan kualitas baik maupun batu akik yang sintetis. Bapak Ebit, Seorang perajin Akik di Donorojo menyebutkan bila "Sindikat Batu akik melebihi Sindikat Narkoba, Perlu adanya edukasi buat para penggemar batu Akik serta perlunya edukasi bagi penjual untuk lebih mengedepankan kejujuran".

Dilansir sebuah situs batu akik, kadang nama-nama di pasaran dipakai para pedagang batu yang nakal untuk mengelabuhi pembeli. Sebagai contoh, saat ada pemula ingin membeli batu safir, oleh pedagang ditunjukan batu kyanite yang biasa disebut sebagai “Safir Australi”. Mungkin pedagangnya pun tidak tahu. Nama-nama batu permata (gemstone) atau batu mulia di pasaran saat ini sangat beragam. Tentu saja hal itu membingungkan para penghobi pemula batu permata, termasuk para penghobi batu akik yang semakin hari semakin banyak jumlahnya.

Oleh karen itu sebelum anda membeli Batu Akik, kita harus tahu lebih dulu informasi akan batu akik tersebut. Berikut beberapa Tips Sebelum Membeli Batu Akik.

1. Baca Referensi/Edukasi Terkait Batu Akik yang akan dibeli.
2. Kenali Dulu Ciri - Ciri Batu Akik Alam Atau Sintetis 
3. Belilah di Toko - Toko terpercaya.
4. Jika Anda Membeli Secara Online, Carilah Toko Yang Menyediakan Rekening Bersama untuk pembayaran dan Bergaransi
5. Segera Uji Laboratorium kan akik yang anda Beli.
6. Ikutilah Update Informasi Terkait Pameran Batu Akik di Indonesia.

Semoga beberapa Tips Di Atas bermanfaat buat pembaca dan penggemar Batu akik Nusantara, Jaya Batu Akik Indonesia. Sindopos.com

7 Tempat Wisata Terfavorit di Pacitan

Jumat, 13 Maret 2015 / No Comments

Sindopos.com - Pacitan, Kota Kelahiran Presiden RI ke - 6 ini memiliki pemandangan alam yang menabjubkan. Sehingga tak salah jika dijuluki Paradise Of Java.

7 Tempat Wisata Terfavorit di Pacitan
7 Tempat Wisata Terfavorit di Pacitan 

Tempat Wisata Paling Favorit yang pertama adalah Pantai Klayar :

Pantai Klayar berada di Kecamatan Donorojo, sekitar 35 km ke arah barat Kota Pacitan, dan dapat dicapai sekitar 60 menit dari kota pacitan. Klayar adalah pantai eksotik dengan hamparan pasir putih, batu karang yang menyerupai Sphinx, karang bolong, seruling laut dan air mancur alami setinggi 10 meter. Lihat Video Keindahan Pantai Klayar Dibawah ini :
Keindahan Pantai Klayar

Selanjutnya Tempat Wisata Paling Favorit yang adalah Goa Gong :

Goa Gong terletak di Desa Bomo, Kecamatan Punung, sekitar 140 km arah selatan kota Solo atau 30 km arah Barat Daya Kota Pacitan.Jangan membayangkan keadaan goa yang gelap dan menakutkan, karena saat masuk ke mulut goa yang sejauh 300 M, pengunjung akan menikmati goa Gong ini dengan nyaman. Lihat Video Keindahan Goa Gong Dibawah ini :
Menguak Misteri Keindahan Goa Gong

Tempat Wisata Paling Favorit selanjutnya adalah Pantai Soge :

Pantai ini terletak di desa Sidomulyo, kecamatan Ngadirojo, sekitar 45 km dari Kota Pacitan. Pantai Soge berada tepat di Jalur Lintas Selatan, Pantai ini sangat indah dengan pasir putih sepanjang 2 Km. Para pengunjung yang datang ke pantai ini bisa melewatkan waktu dengan berenang, berjemur, memancing atau hanya sekedar menikmati keindahan pantai. Lihat Video Keindahan Goa Gong Dibawah ini :
Jembatan Soge Dengan Segala Keindahan Pantainya

Tempat Wisata Paling Favorit selanjutnya adalah Pantai Srau :

Pantai Srau terletak 25 km dari kota Pacitan, tepatnya di Desa Candi, Kecamatan Pringkuku. Pantai Srau memiliki 3 lokasi pantai. Di bagian timur untuk melihat matahari terbit, di bagian barat untuk melihat matahari terbenam, dan yang bagian tengah memiliki pemandangan luas ke laut lepas, ditambah batu-batu besar yg berdiri gagah di tengah laut.
Pantai Unik Nan Alamai Pantai Srau

Tempat Wisata Alami yang Paling Favorit selanjutnya adalah X-Pedisi Sungai Pra Sejarah Bak Sooka :

Bagi para penggemar batu akik tentunya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya akik keladen. Tapi tahukah anda jika bahan akik kualitas terbaik chalcedony itu berasal dari sungaii baksooka - Maron. Selain menyimpan sumber batuan alam yang indah. Sungai ini juga memiliki keindahan yang menabjubkan. Jika ke Pacitan jangan lewatkan tempat Desa Wisata ini. Jika ingin merasakan sensasi hidup bersama warga sekitar kemudian mencari batu akik langsung dari sumbernya serta membuatnya menjadi batu akik. Silahkan datang ke tempat ini.
Lihat video dibawah ini, jangan lewatkan sekedipan mata pun akan keindahan sungai Pra Sejarah ini.
Wisata Adventure di Pacitan Yang Menyimpa Nilai Sejarah Peradaban

Tempat Wisata Pacitan terfavorit selanjutnya adalah Pantai Banyu Tibo :

Pacitan selain dikenal sebagai Kota 1001 Goa juga sangat dikenal dengan keindahan Wisata Pantainya. Namun sayang infrastruktur yang ada di Kota Kelahiran Presiden RI Ke-6 SBY ini masih kurang memadai. Area Pantai Banyu Tibo ini cukup menarik dan terkesan indah. Area Pasir putih yang menawan di hiasi akan bebatuan indah mirip dengan sebuah ukiran di kayu. Di pesisir pantai dihiasi lempengan bebatuan menambah indahnya pantai-pantai di Pacitan.
Berikut video keindahan pantai langka itu :

Salah Satu Pantai Dunia Yang Ada Air Terjun nya