News Ticker

Menu
Diberdayakan oleh Blogger.

Browsing "Older Posts"

Browsing Category "akik"

Batu Raflesia (Bengkulu) Banjiri Pacitan, Kenali Perbedaan dan Ciri - Ciri Kalsedon Pacitan

Jumat, 21 Agustus 2015 / No Comments

Sindopos.com - Kejujuran Penjual Batu Akik Aslil Pacitan Sangat Menentukan Apakah Itu Batu Kalsedon Asli Pacitan Atau Raflessia Dari Bengkulu. 

Perbedaan Red Raflesia dan Red Kalsedon Pacitan
Seiring dengan naik nya harga batu Red Baron Asli Pacitan dimana batu ini semakin sulit dicari dan banyak diburu oleh para kolektor batu akik Pacitan. Saat ini sering dijumpai dan banyak dijual batu Raflesia Bengkulu Yang kemudian diaku sebagai Batu Pacitan. Sekilas antara batu Asli Pacitan dan Raflesia Bengkulu sangatlah mirip baik karakter maupun ciri - ciri fisiknya. Jika masih dalam bentuk bongkahan antara Batu Raflesia dan Kalsedon Pacitan masih lebih mudah untuk dibedakan, tetapi jika sudah di olah menjadi batu akik maka akan lebih sulit, tinggal kejujuran sipenjual dan Kejelian si Pembeli.

Ciri - Ciri Bongkahan Red Raflesia/Rafflesia Chalcedony Bengkulu.

Raflesia Bengkulu1. Bongkahan Batu Raflesia Bengkulu memiliki karakter luar kulit warna Putih.
2. Raflesia Bengkulu Memiliki Kadar Kapur Lebih Tinggi
3. Jika di pegang serbuk kapur dari kulit batu reflesia akan menempel ditangan. 
4. Memiliki Warna lebih terang dari pada batu Pacitan.
5. Memiliki Serata Lebih Halus dan Lurus.

Masih banyak ciri - ciri lain yang apabila sudah sering mendapatkan batu pacitan akan lebih mengenali dan membedakan apakah batu itu Raflesia Bengkulu atau Asli Pacitan

Ciri - Ciri Bongkahan Kalsedon Pacitan

Bongkahan Kalsedon Pacitan Dari Berbagai Lokasi Tambang
Mengenali bongkahan Kalsedon untuk pemula akan lebih sulit lagi karena dari berbagai Lokasi tambang batu akik kalsedon antara satu lokasi tambang satu dan yang lainnya memiliki perbedaan karakter serta banyak kemiripan. Tetapi jika sudah sering membelah dan mendapatkan bongkahan batu kalsedon di lokasi tambang Nawangan, Mrayan, Keladen maupun Ndasar dan Maron akan lebih mudah mengenali dan membedakannya. 

Secara Umum berikut ini adalah ciri - ciri bongkahan Batu Kalsedon Pacitan.
1. Memiliki tingkat kekristalan lebih tinggi dari pada Raflesia Bengkulu
2. Memiliki kadar kapur Rendah dibandingkan dengan Raflesia Bengkulu.
3. Memiliki Serat Lebih Tebal dan Tidak Lurus Seperti Raflessia.
4. Untuk Bongakahan yang diambil dari Sungai (Keladen, Maron Ndasar) kalsedon ini memiliki lapisan kulit lebih tipis dan bersih jika dipegang.
5. Untuk warna Putih dan Kekuning - kuningan Adalah ciri bongkahan Kalsedon dari Ndasar, Maron atau Keladen.
6. Warna Merah dan Oranye lebih banyak di temukan didaerah Nawangan. Selain memiliki serat lebih halus daripada Mrayan, Batu Nawangan memiliki tingkat kekristalan dan Clarity yang lebih baik.

Untuk Membedakan Batu Pacitan atau Bukan Redaksi masih sedang melakukan Riset dan akan dipublikasikan untuk melengkapi Artikel Ini

Jadwal Pameran dan Kontes Batu Akik BSD Intermark Fest Tangerang 27 - 30 Agustus 2015

Kamis, 20 Agustus 2015 / No Comments

Sindopos.com - Artis - artis ibukota semarakkan pameran dan kontes batu akik BSD Intermark Fest Tangerang 27 - 30 Agustus 2015.

GEMPAR BATU MULIA cuman ada di pameran batu mulia spektakuler kerja bareng Harian Suara Rakyat Merdeka Jawa Pos Grup dan FPN Bursa Permata dan ACC Gem Lab dalam rangka Ulang Tahun Kemerdekaan RI 70 dan Ulang Tahun Rakyat Merdeka.
Acara ini didukung oleh 5 kementrian, artis dan politikus RI. Diadakan pada tanggal 27 sd 30 Agustus 2015 di Gedung Intermark BSD Tangerang.

 Acara meliputi:
- Seminar batu tiap hari bersama artis, politikus, pejabat dan gemologist
- Bazar Batu mulia
- Hiburan bersama artis2 papan atas al. Syahrini dll.
- Parade Drum Band
- Wayang Golek

-Kontes Batu Mulia dengan kelas sbb
1. Chrysocolla Chalcedony (bacan bebas) memperebutkan piala Menteri Perindusterian 
2. Pandan Sutera memperebutkan piala Menteri Dalam Negeri 
3. Picturial Gemstone 3D memperebutkan piala Menteri  Pariwisata
4 Picturial Gemstone 2D memperebutkan Piala Menteri Koperasi & UKM
5. Multicolor Gemstone (panca warna) memperebutkan Piala Menteri Sosial


Juara Umum mendapatkan piala dari ibu Puan Maharani
Hadiah lainnya:
Juara Umum uang 10jt
Juara I uang 5jt
Juara II uang 3 jt
Juara III uang 2 jt
Juara harapan I uang 1jt
Juara harapan II uang 750 rb
Juara haralan III uang 500 rb

SEGERA DAPATKAN INFO STAND SEBELUM KEHABISAN KARENA JUMLAH STAND TERBATAS.

HUB PUTUT 
HP : 081383596711 
BB  : 7DBB4D08
Riesdya Purwanthari 
082334054722 
BB 5855d12

Dibuka Kelas tambahan untuk Kelas Idocrase Totol/Lumut dan Kelas Orange to Red Chalcedony memperebutkan Piala Ketua PWI Pusat (Piala, Piagam dan Uang Tunai)
Juara 1 Rp. 1.500.000,-
Juara 2 Rp. 1.000.000,-
Juara 3 Rp. 750.000,-
Urutan 4 - 10 akan mendapatkan piagam

Pendaftaran Kontes dapat menghubungi
Luqman Gemstone HP 081554814889 BB 57AE4EF7
Gems Budi Suprapto HP 085647499089 BB 538EA8
Gunakan Tag sindopos.com Untuk mendapatkan informasi dan Bonus saat menghubungi Contact Person diatas

Mengenal Batu Safir; Kupas Tuntas Batu Safir, Safir Sintetis dan Obsidian Safir

Selasa, 18 Agustus 2015 / No Comments

Sindopos.com - Pengetahuan Dasar Tentang Batu Saphire/Safir. Pelajari, dilihat, diteliti baru kemudian putuskan beli atau tidak.

Batu Saphire
Batu safir yang dalam literasi Yunani ditulis σάπφειρος atau sappheiros, atau disebut juga batu biru, jaman dulu merujuk pada batu lapis lazuli. Sebenarnya, batu safir adalah jenis batu permata dari mineral corundum, aluminium oksida (α-Al2O3). Sejumlah kecil unsur seperti besi, titanium, kromium, tembaga, atau magnesium dapat memberikan warna pada korundum, yakni biru, kuning, ungu, oranye, atau hijau.

Umumnya, safir dikenakan dalam perhiasan. Safir dapat ditemukan secara alami, dengan mencari melalui sedimen tertentu (karena resistensinya terhadap kikisan dibandingkan dengan batuan yang lebih lembut) atau formasi batuan tertentu.

Batu safir juga dapat diproduksi untuk keperluan industri atau dekoratif dalam boule kristal besar. Karena kekerasan yang luar biasa dari safir, yakni 9 pada skala Mohs (mineral paling keras ketiga, tepat di belakang berlian dengan nilai 10 dan moissanite dengan nilai 9,25) – dan aluminium oksida pada umumnya, safir digunakan dalam beberapa penerapan non-perhiasan, seperti komponen optik inframerah seperti dalam instrumen ilmiah; kaca berdaya tahan tinggi; jam tangan kristal dan bantalan gerakan; dan wafer elektronik yang sangat tipis, yang digunakan sebagai substrat isolasi dari perangkat elektronik solid khusus (terutama sirkuit terpadu dan LED berbasis GaN).

Batu safir alami


Safir adalah salah satu dari tiga varietas permata korundum (satunya adalah ruby), didefinisikan sebagai korundum dalam warna merah, dan padparadscha, jenis oranye kemerahan. Meskipun warna biru adalah yang paling terkenal, safir bisa saja tidak berwarna dan ditemukan dalam berbagai warna termasuk warna abu-abu dan hitam.

Nilai safir alami bervariasi tergantung pada warna, kejernihan, ukuran, potongan, dan kualitas secara keseluruhan -serta asal geografisnya. Cadangan safir yang signifikan ditemukan di Australia Timur, Thailand, Sri Lanka, China (Shandong), Madagaskar, Afrika Timur, dan di Amerika Utara dalam beberapa lokasi, terutama di Montana. Safir dan rubi sering ditemukan dalam lingkungan geografis yang sama, tetapi salah satu permata biasanya lebih berlimpah di salah satu situs.

Safir ditambang dari endapan aluvial atau dari eksploitasi bawah tanah utama. Lokasi penambangan komersial untuk safir dan ruby ​​meliputi (namun tidak terbatas pada) negara-negara berikut: Afghanistan, Amerika Serikat, Australia, China, India, Kamboja, Kenya, Kolombia, Laos, Madagaskar, Malawi, Myanmar/Burma, Nepal, Nigeria, Pakistan, Sri Lanka, Tajikistan, Tanzania, Thailand, dan Vietnam. Safir dari lokasi geografis yang berbeda bisa jadi memiliki penampilan atau konsentrasi kotoran kimia yang berbeda, dan cenderung mengandung berbagai jenis inklusi mikroskopis. Karena itu, safir dapat dibagi menjadi tiga kategori: metamorf klasik, metamorf non-klasik atau magmatik, dan magmatik klasik.

Safir dari lokasi tertentu, atau kategori tertentu, mungkin secara komersial lebih menarik daripada yang lain, safir metamorf yang sangat klasik dari Kashmir (India), Burma, atau Sri Lanka belum mengalami pengolahan panas.

Obsidian Safir


Salah satu penerapan safir sintetis adalah kaca safir yang sering disebut kaca biru karena safir berwarna biru. Di sini kaca adalah istilah awam yang tidak merujuk kepada kondisi amorf, tetapi untuk transparansi. Safir tidak hanya sangat transparan terhadap panjang gelombang cahaya antara 150 nm (UV) dan 5500 nm (IR) (mata manusia dapat membedakan panjang gelombang dari sekitar 380 nm sampai 750 nm [50]), tetapi juga luar biasa anti gores. Safir memiliki nilai 9 pada skala kekerasan mineral Mohs.

Manfaat kunci dari obsidian safir adalah:

Band transmisi optik yang sangat luas dari UV ke nyaris inframerah, (0,15-5,5 m)
Secara signifikan lebih kuat dari bahan optik atau kaca standar
Sangat tahan terhadap goresan dan abrasi (9 skala Mohs, substansi alami yang paling keras nomor 3 sebelah moissanite dan berlian)
Suhu leleh yang sangat tinggi (2030 ° C)
Jadi yang disebut “kaca safir” mengacu pada safir kristal yang digunakan sebagai kaca atau penutup optik. Beberapa kaca terbuat dari boule safir murni yang tumbuh pada orientasi kristal tertentu, biasanya di sepanjang sumbu optik, c-axis, untuk refraksi ganda minimum untuk aplikasi. Boule diiris sampai ketebalan kaca yang diinginkan dan akhirnya dipoleskan ke permukaan yang diinginkan. Kaca optik safir dapat dipoles untuk berbagai permukaan karena struktur kristal dan kekerasannya. Permukaan kaca optik biasanya disebut spesifikasi scratch-dig sesuai dengan spesifikasi MIL-O-13830 yang diadopsi secara global.

Magical Mirror X5 yang diproduksi oleh perusahaan China Desay merupakan smartphone pertama yang menggunakan layar kaca safir. Sebelumnya kaca safir digunakan misalnya pada Apple Touch ID of the iPhone 5s, iPhone 6, dan iPad mini 3. Juga, cover safir telah digunakan untuk kamera belakang di setiap iPhone 5 atau yang lebih baru, dan setiap iPod Touch (generasi ke-5) atau yang lebih baru.

Kaca safir digunakan dalam ruang bertekanan tinggi untuk spektroskopi, kristal dalam berbagai jam tangan, dan kaca pada barcode scanner toko kelontong karena kekerasan dan ketangguhan material ini yang luar biasa yang membuatnya sangat tahan terhadap goresan.

Bahan ini juga digunakan pada kaca ujung pada beberapa tabung laser bertenaga tinggi karena transparansinya yang besar dan konduktivitas termalnya memungkinkan untuk menangani kepadatan daya yang sangat tinggi dalam spektrum infra-merah atau UV tanpa pecah akibat pemanasan.

Safir sintetis


Pada tahun 1902, kimiawan Perancis Auguste Verneuil mengembangkan proses untuk memproduksi kristal safir sintetis. Dalam proses Verneuil, dinamai sesuai namanya, serbuk alumina halus ditambahkan ke api oxyhydrogen, dan diarahkan ke bawah terhadap jubah. Alumina dalam nyala secara perlahan disimpan, menciptakan titik air mata berbentuk “boule” dari material safir. Dopan kimia dapat ditambahkan untuk menciptakan ruby versi buatan, dan semua warna alami safir lainnya, dan di samping itu, warna lain yang tak pernah terlihat dalam sampel geologi. Bahan safir buatan identik dengan safir alami, kecuali dapat dibuat tanpa kelemahan yang ditemukan dalam batu alam.

Kekurangan dari proses Verneuil adalah bahwa kristal dewasa memiliki strain internal yang tinggi. Banyak metode manufaktur safir saat ini adalah variasi dari proses Czochralski, yang diciptakan pada tahun 1916 oleh kimiawan Polandia Jan Czochralski. Dalam proses ini, biji kristal safir kecil dicelupkan ke dalam wadah yang terbuat dari iridium logam mulia atau molybdenum, yang mengandung alumina cair, dan kemudian perlahan-lahan ditarik ke atas dengan kecepatan 1 sampai 100 mm per jam. Alumina mengkristal pada akhirnya, menciptakan kembangan berbentuk wortel panjang dengan ukuran besar hingga 200 kg.

Safir sintetis juga diproduksi secara industrial dari aluminium oksida teraglomerasi, disinter dan disatukan (seperti dengan tekanan isostatik panas) dalam atmosfer yang kurang reaktif, menghasilkan produk polikristalin transparan tapi sedikit berpori.

Pada tahun 2003 produksi safir sintetis dunia mencapai 250 ton (1,25 × 109 karat), sebagian besar oleh Amerika Serikat dan Rusia. Ketersediaan safir sintetis murah membuka banyak kegunaan industri untuk bahan yang unik ini:

Laser pertama dibuat dengan tongkat ruby ​​sintetis. Laser titanium-safir populer karena kapasitasnya yang relatif jarang yang harus disetel untuk berbagai panjang gelombang di wilayah merah dan dekat-inframerah dari spektrum elektromagnetik. Mereka juga dapat dengan mudah di-mode-locking. Dalam laser ini sebuah kristal safir sintetis yang diproduksi dengan krom atau titanium kotoran disinari dengan cahaya yang kuat dari lampu khusus, atau laser yang lain, untuk membuat emisi terstimulasi.

Substrat safir sintetis berkualitas tinggi yang digunakan dalam nanoteknologi sering disebut Blue Glass, karena warna birunya.


Jadwal Pameran Batu Akik Nusantara TErbaru Bulan Mei - Juni; Malang Gemstone Festival

Jumat, 15 Mei 2015 / No Comments
Sindopos.com, Malang, Pameran Batu Akik Nusantara di Musium Brawijaya Malang Dengan Tema Malang Gemstone Festival  For Indonesian Treasure
Malang Gemstone Festival  For Indonesian Treasure

Malang Gemstone Festival  " For Indonesian Treasure" 28 mei s/d 31 mei 2015 at musium Brawijaya-Malang meliputi:

Pameran, Kesenian daerah, Akustik, Kuliner

biaya stand batu      Rp 2.500.000
stand Kuliner           Rp 2.000.000

fasilitas yang didapat : (partisi ukuran 2x2, 1 meja+ 2 kursi,listrik, colokan, lampu, dan etalase)
Biaya kontes :               Rp 200.000

contest category :
Chalcedony (open clas), agate ( gambar ), Indocrase ( polos dan corak )

ayoo segera daftarakan stad atau galery kesayangan anda untuk bergabung di pameran batu Akik / mulia di kota Malang.
buruaan.... stand terbatas hanya tersedia 82 stand batu dan 15 stand kuliner.

more info :
Dita      0857 2201 9611 -- pinbb : 2387cb4a
Sona    0813 2039 8040 -- pinbb : 2aced29b
Novice 0878 2048 7337 -- pinbb : 553200c1

Sepenggal Kisah, Perajin Batu Akik Di Pacitan

Kamis, 19 Maret 2015 / No Comments

Sindopos.com - Pacitan, Berharap ada sinergitas para pelaku batu. Sehingga ada standar harga yang lebih terjangkau

Somad, perajin akik saat memahat bebatuan menjadi akik
Somad, perajin akik saat memahat bebatuan menjadi akik
Bergelut didunia bebatuan, memang pekerjaan yang tak lazim dilakukan bagi sebagian besar masyarakat. Terlebih, mereka yang berangkat dari klaster ekonomi menengah-atas, pasti tidak akan pernah melirik profesi tersebut. Akan tetapi, berbeda yang dialami Rahmad Aris Subagyo, warga Kelurahan Ploso, Kecamatan/Kabupaten Pacitan ini. Sudah berpuluh tahun, ia menekuni dunia profesi yang tak banyak dilakoni orang. Hampir saban waktu, pria dua anak tersebut berinteraksi dengan bebatuan alam yang "disulap" menjadi batu akik bernilai ekonomis cukup tinggi. Bukan hanya itu, berkat tangan dingin sang Somad, begitu Rahmad Aris Subagyo, karib disapa, bebatuan alam yang semula tidak berbentuk, bisa menjadi perhiasan sangat indah dan artistik untuk dikenakan dijemari tangan. 

Lantas bagaimana ceritanya, berikut laporannya.
Saat itu jarum jam menunjukkan pukul 08.30 Wib. Seperti biasa, sebelum menjalankan aktivitasnya memahat bebatuan alam, Somad, biasa kongko-kongko diteras rumahnya. Sambil mencicipi secangkir kopi pahit, bikinan istri tercintanya, Somad selalu berelaksasi sejenak seraya mencari inovasi akan bebatuan yang bakal di sulapnya menjadi beragam perhiasan nan artistik. Tak lupa, sebungkus cigaret filter, menjadi teman setianya dalam menerawang kreasi-kreasi kontemporer yang akan diimplementasikan pada karyanya. Melihat kedatangan wartawan, pria yang khas dengan blangkon ala punggawa Keraton Ngayogjakarta itu, lantas menyambut dengan salam. "Wallaikum salam, monggo mas (wartawan), silakan duduk," sapa Somad menjawab salam wartawan Memo, Kamis (19/3).
Sejurus kemudian, Somad yang saat kemarin tengah kedatangan banyak tamu, berusaha meluangkan waktu untuk berbincang-bincang hangat seputar dunia perakik'an di Pacitan. Menurutnya, selama hampir setahun ini, euforia masyarakat terhadap bebatuan mulia, memang sangat tinggi. Terlebih bebatuan dengan jenis dan warna tertentu. Seperti merah serta kuning, yang diakuinya memang tengah top trending. Hampir semua strata masyarakat, bisa dibilang lagi "tergila-gila" dengan warna merah yang terpancar secara natural dari bebatuan akik. Meski belakangan, warna hijau, juga mulai menjadi trend baru yang juga tengah "dikejar" para pencinta batu akik. "Hal inilah yang kadang membuat semua sub sistem yang terlibat dalam dunia bebatuan akik, lupa waktu lantaran tergila-gila mencari jenis bebatuan tersebut,"  ujarnya, seraya terkekeh.

Sifat lupa tersebut, lanjut dia, bukan hanya menyasar pada pecinta batu. Namun para petani pencari, perajin serta penjual, disinyalir juga ikutan "lupa" seiring membomingnya bebatuan akik. Somad menjelaskan, kata lupa tersebut lebih dimaknai pada sisi transaksional jual-beli batu. Lantaran banyak pihak yang memburu akik dengan kualitas tinggi, khususnya jenis dan warna tertentu, membuat semua sub sistem semaunya sendiri. Petani pencari batu misalnya, karena mengerti bebatuan miliknya tengah diincar orang, mereka menjual dengan harga sangat tinggi. Tentu saja, perajin juga sedikit kewalahan dengan persoalan itu. "Kalau bahan bakunya sudah mahal, tentu harga jual batu setelah menjadi akik, juga akan meroket. Hal inilah yang menjadikan imej kalau harga akik saat ini sulit terjangkau. Terutama masyarakat klaster bawah, merasa tidak akan mampu membeli akik," bebernya.

Berangkat dari persoalan diatas, perajin jebolan home industri Ubibam itu berharap ada sinergitas para stake holder pelaku bebatuan akik. Mulai petani, perajin, penjual dan kolektor. Sehingga kedepan, selain sisi kualitas, sisi kuantitas juga akan ikut memperbanyak penyebaran bebatuan akik ke segala penjuru negeri dengan harga relatif terjangkau. Meski, kata Somad, standar kualitas batu, juga tidak bisa dikesampingkan. ‎Diakuinya, tidak ada salahnya, ketika pemilik batu akik yang memang berkualitas mematok harga "edan-edanan", hingga miliaran rupiah. Namun demikian, itu sangat kasuistis. Tidak semua batu akik, harus dibanderol dengan harga sangat mencengangkan. "Sah-sah saja, seandainya ada penjual batu yang mematok harga hingga miliaran rupiah. Namun hal tersebut tidak bisa digeneralisasi. Ada juga batu akik yang cukup dibayar dengan rupiah tidak seberapa, namun kualitasnya juga sangat kompetitif," tuturnya pada wartawan, kemarin.

Somad berharap, dengan standar harga yang relatif terjangkau, segmen penjualan batu akik asli Pacitan akan lebih menyasar ke semua strata masyarakat. Tidak hanya calon user lokal, namun semua masyarakat di Indonesia akan bisa mencicipi demam batu akik selama ini. Sebagai estimasi, kata dia, standar harga batu akik Pacitan, mungkin bisa dipatok pada kisaran Rp. 50 ribu hingga Rp. 150 ribu. Dia optimistis, dengan patokan harga seperti itu, secara kuantitas bebatuan akik asli dari kampung halaman mantan Presiden RI ke-enam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu akan laris-manis terjual ke semua pelosok. "Kita juga harus sadar, bahwa potensi deposit bebatuan berkualitas sangat terbatas. Kalaupun ada, proses penambangannya juga tidak gampang. Sebab lokasinya cukup terjal diatas bebukitan serta lembah-lembah curam," ceritanya.

Lebih lanjut, Somad menuturkan, sama halnya seperti yang terjadi di pulau tetangga, Bengkulu dengan khas bebatuan merah ravlesianya. Euforia batu akik yang terjadi disana, diakui sudah sangat terstruktur. Sinergitas para pelaku batu sudah tertata sedemikian rupa. Apalagi ditunjang potensi deposit bebatuan sangat melimpah serta gampang dieksploiter. ‎Menurutnya, bebatuan warna merah asli Bengkulu, dijual dengan standar cukup terjangkau. Masyarakat penggemar batu disana, cukup merogoh kocek tak lebih dari Rp.300 ribu, sudah bisa mengenakan cincin akik berkualitas. "Ini sebagai bukti, sudah tertatanya semua sistem bebatuan disana. Mulai petani pencari batu, perajin, dan penjual akik, sama-sama kompak. Sehingga produk mereka cepat terjual dengan harga relative terjangkau," beber pemilik home industri Lara Selo itu.

Lantas bagaimana dengan Kabupaten Pacitan yang juga memiliki potensi bebatuan akik cukup melimpah? Menurut Somad, langkah pertama yang perlu segera dilakukan, bagaimana pemkab bisa memfasilitasi semua pelaku batu untuk bervisualisasi. Sehingga dengan intensnya komunikasi, akan bisa disepakati bagaimana merumuskan strategi dagang dengan kuantitas yang terus bertambah dan kualitas tetap terjaga, namun harga semakin terjangkau. "Yang tak kalah pentingnya juga, kita sangat perlu lokalisasi bagi semua pelaku batu agar lebih mudah berinteraksi. Sehingga tidak ada ego sentris masing-masing pelaku batu yang berimbas rusaknya segmen pasar yang sudah mulai tertata," pungkasnya. (***).

Tren Batu Akik, Jenis - Jenis Batu Akik Yang Paling Diminati

Minggu, 15 Maret 2015 / No Comments

Sindopos.com - Akik Pacitan, Edukasi Batu Akik Yang Paling diminati 


Batu akik punya banyak jenis, macam, variasi dan ke khasan batu akik sendiri - sendiri. Setiap daerah akan memiliki jenis batu akik yang berbeda dengan daerah lainnya. Tapi dari sekian banyak batu akik yang ada di Indonesia, inilah batu akik yang menjadi idola atau paling disukai oleh masyarakat. Siapa tahu bisa jadi rekomendasi buat kamu yang tertarik dengan tren batu akik ini dan ingin membelinya. hehe.

1. Kalsedon/Chalcedhony 

Di antara jenis batu akik, Kalsedon Pacitan(Keladen) lah yang paling familiarKalsedon memiliki beberapa warna, yakni biru, jingga, merah, kuning, dan hijau. Keunikan batu Kalsedon adalah warnanya yang seperti diselimuti kabut sehingga terlihat memiliki cahaya kusam. Batu Kalsedon merupakan batu akik yang berasal dari Pacitan Jawa TImur, Jawa Barat dan Sulawesi Tenggara.

2. Bacan 


Di antara jenis batu akik, Bacan lah yang paling familiar setelah kalsedon. Dengan warna hijau terang, batu Bacan menjadi idola bagi para pecinta batu akik. Batu Bacan sendiri merupakan batu akik asal Pulau Kasiruta, Halmahera Selatan dan sudah terkenal sejak abad pertengahan, saat Indonesia masih menjadi pusat rempah-rempah dunia loh. Batu Bacan juga dikenal sebagai batu hidup karena kemampuannya berproses menjadi lebih indah secara alami. Wuih keren banget ya.

3. Idokras 

Kebanyakan batu Idokras berwarna hijau lumut atau cokelat kekuning-kuningan. Karena sulit didapat dan menjadi ‘buruan’ para kolektor batu alam, harga Idokras pun cukup mahal, bahkan ada yang dibanderol dengan harga hingga ratusan juta! Batu Idokras ini dapat ditemukan di Sumatera Barat dan Nanggroe Aceh Darussalam.


4. Akik Gambar/Motif


Keistimewaan dari batu akik ini adalah gambar yang terukir secara alami di permukaan batunya. Semakin unik gambar yang terukir maka akan semakin tinggi juga harga dari batu Akik Gambar ini. Batu gambar ini sangat bervariasi, banyak sekali jenis batu gambar, salah satunya adalah batu gambar junjung Derajad. Untuk gambar disamping merupakan Sepasang Junjung Derajad Biyak Tengah dan Sodo Lanang.

5. Kalimaya

Kalimaya atau batu opal merupakan salah satu batu akik yang disukai masyarakat dan tergolong mahal. Keistiewaan dari batu Kalimaya adalah kemampuannya memancarkan cahaya warna-warni. Batu Kalimaya juga memiliki banyak warna, namun warna yang paling langka adalah warna merah dan hitam. Karena keindahannya, batu Opal sering dipakai oleh kaum bangsawan dan para raja loh, Toppers. Namun jika kamu memakai batu akik jenis itu kamu harus hati-hati karena batu Kalimaya mudah retak.

6. Fire Opal

Batu permata fire opal kualitas terbaik memang banyak ditemukan di wilayah Kabupaten Wonogiri. Para perajin batu mulia di kabupaten tersebut mendatangkan bahan bakunya dari Kecamatan Batuwarno dan Tirtomoyo. Keindahan Brajad Api Fire ophal memang sedang naik daun saat ini,




Gimana sedikit review batu akik ini, semoga dapat memberikan informasi yang bermanfaat. Jika anda tertarik untuk memiliki Batu Akik - Batu Akik namun tidak memiliki waktu untuk berkunjung ke daerah sumber asal batu, tidak usah khawatir karena sekarang banyak sekali toko online - toko online yang menjual batu akik. Tetapi harap berhati -  hati untuk membeli batu akik secara online. Carilah Toko Online yang sudah terpercaya 


Hati - Hati Sebelum Membeli Batu Akik, Banyak Penjual dan Pembeli Yang Tertipu

Sabtu, 14 Maret 2015 / No Comments

Sindopos.com - Pentingnya Edukasi Batu Akik Agar Tetap Lestari dan Barokah.

Pentingnya Edukasi Batu Akik Untuk Masyarakat
Pentingnya Edukasi Batu Akik Untuk Masyarakat
Seiring dengan ngetrend batu akik, dipasaran banyak beredar batu akik dengan kualitas baik maupun batu akik yang sintetis. Bapak Ebit, Seorang perajin Akik di Donorojo menyebutkan bila "Sindikat Batu akik melebihi Sindikat Narkoba, Perlu adanya edukasi buat para penggemar batu Akik serta perlunya edukasi bagi penjual untuk lebih mengedepankan kejujuran".

Dilansir sebuah situs batu akik, kadang nama-nama di pasaran dipakai para pedagang batu yang nakal untuk mengelabuhi pembeli. Sebagai contoh, saat ada pemula ingin membeli batu safir, oleh pedagang ditunjukan batu kyanite yang biasa disebut sebagai “Safir Australi”. Mungkin pedagangnya pun tidak tahu. Nama-nama batu permata (gemstone) atau batu mulia di pasaran saat ini sangat beragam. Tentu saja hal itu membingungkan para penghobi pemula batu permata, termasuk para penghobi batu akik yang semakin hari semakin banyak jumlahnya.

Oleh karen itu sebelum anda membeli Batu Akik, kita harus tahu lebih dulu informasi akan batu akik tersebut. Berikut beberapa Tips Sebelum Membeli Batu Akik.

1. Baca Referensi/Edukasi Terkait Batu Akik yang akan dibeli.
2. Kenali Dulu Ciri - Ciri Batu Akik Alam Atau Sintetis 
3. Belilah di Toko - Toko terpercaya.
4. Jika Anda Membeli Secara Online, Carilah Toko Yang Menyediakan Rekening Bersama untuk pembayaran dan Bergaransi
5. Segera Uji Laboratorium kan akik yang anda Beli.
6. Ikutilah Update Informasi Terkait Pameran Batu Akik di Indonesia.

Semoga beberapa Tips Di Atas bermanfaat buat pembaca dan penggemar Batu akik Nusantara, Jaya Batu Akik Indonesia. Sindopos.com

Melihat Langsung Cara Mencari Bahan Batu Akik Keladen Pacitan di Sungai Bak Sooka Sampai Maron

Minggu, 08 Maret 2015 / 1 Comment

Sindopos.com - Pacitan, Chalcedony Pacitan Jenis Batu Akik Kalsedon Terbaik Di Indonesia.

Lokasi Sungai Sumber Akik Chalcedony Keladen
Lokasi Sungai Sumber Akik Chalcedony Keladen
Masyarakat Pacitan harus lebih bersyukur karena dikarunia sumber daya alam yang luar biasa, Batu akik Chalcedhony terbaik di nusantara bahan/rough nya berasal dari Keladen. Batuan ini dapat ditemukan disepanjang aliran sungai BakSooka (Kecamatan Punung) Sampai Sungai Maron (Kecamatan Donorojo). Keindahan serta kualitas batuan pacitan memang sudah terbukti dari beberapa kali memenagkan kontes batu akik di Indonesia.

Seperti baru - baru ini, saat Kontes Batu Akik Terbesar di Sri Wedari Solo 8-5 Maret 2015. Batuan akik pacitan merajai juara kontes batu akik terbesar nusantara 2015. Batu akik pacitan menjadi Juara dari 6 kategori kelas kontes batu akik. Dengan kualitas yang dimiliki batu akik asal keladen ini maka sekarang rough/bahan akik dari keladen ini menjadi incaran para kolektor batu akik. baik untuk dijual atau untuk dikoleksi.
Mungkin anda juga termasuk orang yang memburu batu akik ini, kalau memang anda termasuk dan ingin berburu bahan batu akik langsung dari sumber nya silahkan lanjutkan membaca beberapa tips berikut ini. Sebelum anda berburu batu akik ada baiknya terlebih dahulu mengenal meneral ini agar buruan anda tidak sia-sia. Cara mencari batu akik di aliran sungai kita harus terlebih dahulu mengenal ciri-ciri batu akik yang masih berbentuk bongkahan.

Ciri ciri Rough /Bahan Batu Akik:

1.Tekstur luar bongkahan batu akik lebih halus dibandingkan batu biasa dan memiliki warna yang berbeda (tergantung jenis batu akiknya).
2.Batu akik lebih keras dan padat dibandingkan dengan batu kali, terkadang bongkahan batu akik tertutup kulit batu berwarna putih sehingga warna asli batu akik tidak terlihat dari luar.
Contoh Rough Batu Chalcedhony
Contoh Rough Batu Chalcedhony

Peralatan Yang Digunakan Untuk Mencari Bahan Batu Akik:

1.Palu : palu digunakan untuk memecahkan batu yang menurut pengawasan kalian itu mirip dengan ciri-ciri batu akik. Pemecahan batu cukup dibagian sudut batu agar warna dalam batu tersebut terlihat hal tersebut bertujuan untuk membuktikan apakah batu tersebut benar merupakan batu akik atau batu kali.
2. Linggis : Berfungsi untuk menggali dan mencungkil batu didasaran sungai. Linggis sangat diperlukan karena biasanya lokasi batu akik yang bagus berada disela - sela himpitan antar batu.
3.Tas : berfungsi untuk menyimpan/membawa barang bawaan yang diperlukan dan juga sebagai tempat menyimpan sementara perolehan batu akik.
4. Sepatu : dalam mencari batu akik di aliran sungai disarankan kalian menggunakan sepatu untuk perlindungan kaki anda, jika perlu anda gunakan sepatu buts agar tahan air.

Jika sudah tahu ciri - ciri bahan batu akik dan sudah menyiapkan peralatan yang dibutuhkan. Untuk pengenalan silahkan lihat video penduduk lokal yang sudah mahir mencari batu akik di sepanjang sungai pra sejarah ini.



Sebagai tambahan informasi, Lokasi atau Sumber tambangnya ada 2 yakni dari bukit Ndasar dan sungai Keladen. Sehingga banyak yang menyebut batu cincin pacitan keladen. Tambang yang di bukit Ndasar sebagai tambang primer sedangkan dari sungai Keladen disebut sekunder. Namun serat yang dari sungai lebih bagus karena berkolaborasi dengan material lain sehingga unsur mineralnya lebih tinggi.
Jika merasa kurang akan informasi untuk melakukan ekspedisi sungai Bak Sooka sampai Maron ini silahkan menghubungi tim Ekspedisi Sindopos.com di nomer HP : 08174136638. 
Selamat berburu (Aregoes-Sindopos.com)